30 Juni 2017

Pengumuman Pemenang DREAM ISLAND Project


Mimpi merupakan salah satu cara agar sang harapan tetap bertahan hidup. Namun tanpa harapan, seseorang mungkin saja menjadi tidak berani bermimpi. Mimpi dan harapan saling terkait dan menguatkan satu sama lain. Terkadang banyak orang yang belum berani mengutarakan mimpi-mimpinya. Mungkin karena beratnya gema negatif orang-orang di sekitar yang mengaitkan mimpi sebagai impian hampa berasas bualan semata yang sia-sia. Banyak pula orang yang menawarkan logika pahitnya realita yang membuat kita merasa ngeri untuk sekedar bermimpi. Namun, sungguh, sengeri apapun, sebising apapun, seremeh apapun orang-orang menilai MIMPImu, jika itu adalah impian yang baik maka jangan berhenti. Tetaplah bermimpi, berusaha dan berdo'a, hingga kelak kamu dapat mewujudkan mimpimu menjadi nyata.




Perlu kita ketahui bersama, setelah sekian lama memantau perkembangan bahasa Inggris para siswa dan mahasiswa, saya mendapati beberapa faktor penyebab kurang berkembangnya kapasitas skill berbicara bahasa asing mereka misalnya kurangnya kosa kata, bingung dalam merangkai cerita ditambah lagi kurangnya rasa percaya diri karena takut salah dan dipermalukan bila terdapat ide yang disampaikan tidak sempurna atau sesuai.

Saya paham benar akan ketakutan-ketakutan yang menyebabkan seseorang sulit berkembang. Faktanya, tidak ada orang yang mau gagal dan dipermalukan. Namun sesungguhnya yang harus kita pahami adalah dalam proses mengembangkan kapasitas diri, tak ada yang namanya kegagalan, namun pembelajaran. Semua orang hebat kini, dulunya juga pemula. Mereka banyak mengalami kegagalan, namun tidak menyerah begitu saja. 


Terkait dengan kurangnya pelatihan imaginasi dan kurikulum mimpi di perkuliahan dan bangku sekolah. Akhirnya, beberapa waktu lalu saya kembali menggelar project pembuatan Dream Island untuk para mahasiswa di UIN Ar-Raniry. Project ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa mengembangkan kapasitas speaking English mereka melalui media mimpi dan imaginasi. Oleh karena itu, saya memilih projek Dream Island sebagai media penghubung antara speaking English skill  and dream.  Seperti dugaan saya, hasil imaginasi dan karya mereka sungguh WOW. Setiap peserta didik tampil dengan ide terbaik mereka yang tentu menggelitik, unik dan mempesona. Tentu, saya kewalahan untuk memutuskan 3 projek terbaik dari sekian banyak pulau-pulau mimpi yang berasal dari ide-ide keren yang luar biasa ditambah lagi kemampuan speaking kece badai dalam mempromosikan pulau-pulau impian mereka. Jadi, pengumuman yang seharusnya saya publikasikan sejak tanggal 15 Juni lalu, menjadi terlambat. Maafkan saya. 

Nah, tak perlu berlama-lama. Berikut hasil keputusannya. Penasaran? Yuk kita lihat sama-sama.

#3 Yessi Syafriani (Two Times Island)



#2 Dara Rafiqanur (Mate Island)



#1 Dini Asiqoh (The Key of Eternity Island)


Wah, SELAMAT untuk teman-teman yang karyanya terpilih. Untuk konfirmasi hadiah, silakan kirimkan keterangan berupa nama, alamat, jurusan/fakultas, dan nomor hp yang dapat dihubungi melalui surel ke alamat email: ayuulya90@gmail.com 

Konfirmasi ditunggu hingga tanggal: 31 Juli 2017 ya. 

Reaksi:

0 komentar: