Perpustakaan Unsyiah dan 7 Keajaibannya




"Perpustakaan", anggap saja itu sebuah kata mantra yang saya berikan agar otak mampu merangsang gambaran dari alam pikiran. Baiklah, sekarang apakah gambaran imaginasi yang dihasilkan sama seperti salah satu ilustrasi di bawah ini? 

sumber foto: google.com

Jika iya, dapat saya pastikan bahwa teman-teman belum mengunjungi Perpustakaan Unsyiah dan belum sempat melihat tampilan terkininya. Benar kan? Ayolah, ini sudah tahun 2017, keajaiban yang dinanti bisa saja telah terjadi dan belum kita sadari. Keajaiban merupakan hal yang pada umumnya sulit atau hampir tak dapat terwujud namun kini menjadi nyata.

Coba sama-sama kita tilik paradigma instruksi larangan mengekang yang diadopsi perpustakaan kebanyakan; dilarang ribut, dilarang makan, dilarang minum, apalagi menggelar konser mini pasti menjadi hal yang benar-benar tabu. Bila pengunjung bosan? Biarkan. Pengap dan penat belajar seharian? Toh, namanya juga perjuangan. Semua kekakuan yang diwajarkan atas nama kewajiban menuntut ilmu.

Namun bagaimana jika konsep perpustakaan menjadi tak sekaku itu? Bagaimana rasanya jika kewajiban menuntut ilmu menjadi kesenangan yang ditunggu-tunggu? Bahkan ketika berbagai larangan yang tertera di perpustakaan berubah menjadi ajakan, bukankah itu keajaiban namanya?  Bukankah moto more than just a library menjadi layak untuk dibubuhi?

Suasana dan Layanan Perpustakaan Unsyiah
Masih dalam alur pembahasan yang sama, gaung perubahan perpustakaan unsyiah semakin membahana, rasa penasaran dan rindu untuk mengunjungi semakin menjadi-jadi. Kunjungan dan tulisan di penghujung tahun yang lalu juga tak mampu mengobati ke-kepo-an ini.  Akhirnya saya pun kembali berlenggang kanggung menuju  perpustakaan Prof. Dr. H. Abdullah Ali, M.Sc., Universitas Syiah Kuala. Sekedar ingin menyapu pandang kenyataan akan riuh berita di balik dunia maya. Adakah perubahan besar lainnya di sana, sehingga perpustakaan Unsyiah dianggap berbeda? Nah, rasa ingin tahu seharusnya dijawab dengan data nyata. Maka selaku alumni yang sudah lama tak bertandang, kunjungan kali ini entah mengapa terasa sedap-sedap ngeri. Berbagai awalan jangan-jangan sudah begini dan begitu, membuat kaki saya terasa berat dan jantung saya berdegup hebat. Kali ini saya berkunjung sebagai orang yang benar-benar asing namun syukurnya berhasil merangkumkan 7 keajaiban yang menjadikan perpustakaan Universitas Syiah Kuala terbukti berbeda dari sekedar menyandang predikat sebagai perpustakaan biasa.  


Keajaiban 1: Gerbang Ilmu 3 Lapis


Sekali lagi saya menegaskan di dalam hati bahwa saya adalah alumni Universitas Syiah Kuala dan mengunjungi Pustaka Unsyiah bukanlah kali pertama saya lakukan. Saya, berusaha, melangkah dengan santai, namun sekonyol-konyolnya, hati saya tetap gemetar; entah girang, penasaran, ketakuatan atau ketiganya. Selepas memarkirkan kendaraan, sekejap saya memperhatikan alur masuk perpustakaan. Sebahagian pengunjung masuk melalui pintu utama di bagian depan dan sebagian masuk melalui pintu yang terletak di sisi samping badan gedung. Tak ada sensor, identitas atau pertanyaan apapun, akhirnya gerbang pertama berhasil saya lalui dengan mulus.


Akhirnya saya melangkah dengan nyaman di lounge utama perpustakaan, tak lama, karena kepanikan kembali mendera selepas saya mendengarkan suara sensor masuk tit..tit,,tit... yang menjadikan degup jantung saya seketika berirama, dug-dug, tiit... satu pengunjung lewat, dug-dug, tiit... pengunjung selanjutnya. Dan saya? Mencoba duduk tenang sambil sesekali menikmati siara televisi dan kesejukan ruangan, sebenarnya hanya kedok untuk memikirkan cara untuk masuk ke dalam ruang perpustakaan utama dengan elegan.



Syukur kepaa Allah, dalam kepanikan, seketika ilham masih menyapa. Sebuah quote unik perpustakaan yang pernah saya baca beberapa waktu lalu kembali melintas di pikiran. Ask a Librarian; Real People, Real Help, Real Fast. Aha, saya harus menemukan pusat informasi terlebih dahulu untuk bisa melalui gerbang ke 2 ini, pikir saya saat itu. Tapi di mana ya?



Pelan-pelan, saya mendekati meja para petugas pustaka, sebuah kotak kumpulan barang hilang sempat menarik perhatian. Beruntungnya, ternyata pusat informasi terletak tepat di depan saya. Salah seorang petugas perpustakaan, sebut saja namanya bang Helmi, dengan ramah menyapa. Dengan raut muka seramah itu, siapa yang segan untuk meminta bantuan. Akhirnya, saya yang awalnya malu-malu bertanya berakhir menjadi malu-maluin karena kebanyakan tanya. Petugas perpustakaan Unsyiah sangat informatif dan seru untuk diajak bercengkrama.


Saya pun menceritakan bahwa saya ingin masuk ke perpustakaan namun saya tidak memiliki kartu identitas keanggotaan. Maka beliau pun memaparkan bahwa selain dengan kartu, pengunjung non-member masih bisa masuk dengan membayar biaya sebesar Rp. 5000 saja dan itu berlaku seharian. Artinya jika saya masuk ke perpustakaan pada pagi hari dan siangnya pulang ke rumah lalu kembali lagi ke perpustakaan pada malam hari maka saya masih bisa menggunakan keterangan pembayaran yang sama tanpa harus membayar berulang kali. Wow... keren, gumam saya pelan. Lalu beliau menambahkan bahwa transaksi pembayaran tidak dapat dilakukan dengan menggunakan uang tunai/cash namun harus menggunakan kartu atm bank BRI, Mandiri atau pun BNI. Wah, transaksi yang jujur, guman hati saya tak berhenti kagum. 

            

Selepas transaksi, saya pun diizinkan masuk ke dalam gerbang kedua perpustakaan. Senang bukan kepalang hati saya. Adapun gerbang ketiga terdapat pada beberapa ruang khusus referensi bacaan seperti jurnal, skripsi, tesis dan disertasi. Untuk masuk ke dalamnya kita hanya perlu menuliskan identitas berupa nama, asal institutusi dan membubuhkan tanda paraf pada buku kunjungan. Gampang kan? 

Nah, baru saja melalui keunikan ketiga gerbang perpustakaan Unsyiah, kita sudah disuguhi berbagai ilmu dan pengalaman baru. Apalagi keunikan isi perpustakaannya sendiri. Masih penasaran? Ayo, kita lanjut. 

Keajaiban ke-2: Relax and Easy di antara Kantin dan Warkop Mini


Perpustakaan yang menyediakan jasa fotocopy itu biasa.
Namun bagaimana jika perpustakaan tersebut menyediakan kantin, warkop plus panggung mini concert di dalamnya? Keunikan semacam itu bisa kita temukan di dalam perpustakaan unsyiah, tepatnya di sisi lounge utama sebelum memasuki gerbang kedua yang telah kita bicarakan sebelumnya.

Relax and Easy adalah salah satu program Harmoni kampus @Lib hasil kerjasama pihak perpustakaan Unsyiah dengan pusat seni Unsyiah yang secara khusus dirancang untuk mendukung bakat, seni dan kreatifitas para mahasiswa dan civitas Universitas Syiah Kuala. Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai sarana hiburan bagi pengunjung perpustakaan yang mungkin sudah lelah dan penat belajar dan membaca seharian. Kegiatan semacam ini mampu menjadikan perpustakaan sebagai tempat multifungsi, bukan saja menjadi tempat kegiatan membaca dan meminjam buku namun juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan civitas academica untuk berkreasi dan menyalurkan minat/bakat.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari pihak perpustakaan Unsyiah sendiri, tempat yang dijuluki sebagai center of creativity ini menggelar kegiatan setiap Rabu siang, terhitung sejak pukul 14.30-15.30 WIB. Adapun acara yang disajikan berupa mini concert, pembacaan puisi, hingga diskusi santai. Jika tertarik untuk terlibat menjadi narasumber kegiatan Relax and Easy maka teman-teman bisa mengajukan dan membicarakan rancangan kegiatan tersebut kepada pihak BEM Unsyiah. 


Selain menyediakan ruang hiburan yang mendidik dan kreatif, perpustakaan Unsyiah terlihat semakin apik dengan kehadiran kantin dan warung kopi mini di dalamnya. Man Corner: stationary and snack dan Libri Cafe: Coffee Cho telah merubah paradigma makanan dan minuman yang sebelumnya kerap dilarang hadir di wilayah perpustakaan, kini telah mendapatkan sambutan hangat di perpustakaan Unsyiah. Perlu rasanya kita sadari bersama bahwa belajar dan membaca adalah proses yang cukup menguras tenaga. Asupan nutrisi dan ion bagi tubuh harus seimbang dengan besaran energi yang dihabiskan.


Selain itu, berita membahagiakan lainnya adalah pihak perpustakaan Unsyiah ternyata juga mengizinkan pengunjung untuk membawa masuk berbagai jenis minuman dan makanan yang dijual di kantin dan Libri Cafe ke dalam perpustakaan utama untuk dinikmati sembari melakukan berbagai aktifitas lainnya di dalam perpustakaan. Bayangkan saja, membaca buku ditemani secangkir kopi, ah, benar-benar surga duniawi. 


Nah, izin membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan utama merupakan keputusan yang bijak dan patut untuk diapresiasi. Namun sebagai pengunjung, kita juga harus sadar diri. Jangan karena diizinkan membawa makanan dan minuman, teman-teman jadi menggelar rantangan dan ngerujak di dalam perpustakaan. Kalau itu haram hukumnya. Paham? Bagus, yuk kita lanjut.


Keajaiban 3: Self Service dan Open Access Information



Selain berbagai euforia yang telah dipaparkan sebelumnya, terdapat hal menarik lainnya terkait pelayanan yang terdapat di dalam ruang utama perpustakaan Universitas Syiah Kuala ini. Pasalnya, hampir semua kebutuhan pengunjung perpustakaan dapat dikerjakan secara mandiri. Selayaknya dispenser yang mampu menyediakan air minum dingin dan panas secara otomatis, kini peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan Unsyiah pun bisa dilakukan secara mandiri (self loan/return station). 


Disamping self service, perpustakaan unsyiah semakin lengkap dengan ketersediaan open access sumber bacaan berupa e-book dan e-journal secara online melalui UILIS:Unsyiah Integrated Library Information System. Bukan sekedar sebagai referensi bacaan online, melalui situs tersebut para dosen dan mahasiswa aktif Unsyiah bisa memesan buku bacaan yang dibutuhkan sebagai referensi dan juga bisa memantau langsung berbagai judul buku yang sudah maupun belum tersedia di perpustakaan Unsyiah. Sehingga 74.985 judul buku yang telah dimiliki perpustakaan Unsyiah bisa terus meningkat jumlahnya, tentu sesuai referensi kebutuhan mahasiswa dan civitas academica Unsyiah. Ringkasnya, semua aplikasi yang berkaitan dengan perpustakaan Unsyiah dapat diakses melaui situs UILIS tersebut di mana pun dan kapan pun, selama perangkat yang digunakan memiliki koneksi internet. 

Open access berupa referensi bacaan online yang disediakan oleh Pustaka Unsyiah sangat membantu dalam menjangkau serta membagikan bahan bacaan terutama hasil penelitian yang telah dituliskan sebelumnya. Saya merasakan langsung efek positif dari kehadiran layanan ini, terutama ketika ada sejawat, adik leting atau bahkan awak media yang penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut proses pembuatan Game Cempala yang saya jadikan sebagai bahan penelitian skripsi saya terdahulu. 


Oh ya, sedikit bocoran, bagi teman-teman yang ingin mengetahui informasi terbaru seputar kegiatan perpustakaan Unsyiah, silakan membaca online full-text dan full acess Majalah Librisyiana. Dijamin tidak akan rugi! 


Keajaiban ke-4: Ruang Lesehan Perpustakaan: Nuansa Santai  dalam Keseriusan


Jika boleh menggunakan sudut pandang pribadi, saya merasa sangat kagum dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk ide perombakan perpustakaan unsyiah yang dulunya dipenuhi sekatan dinding dan hanya terdiri dari kursi-kursi berjajar di sana sini menjadi ruang lesehan luas, adem, terang dan terbuka seperti saat ini. 


Efek positif yang dirasakan pastinya sangat besar. Dibandingkan harus duduk berjam-jam di atas kursi dengan kaki yang berjuntai di atas lantai, duduk lesehan akan memberi kenyamanan yang lebih. Bentuk ruang yang terhampar luas juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung terutama mahasiswa untuk belajar dan berdiskusi dalam kelompok besar maupun kecil dengan nyaman. 


Selain ruang lesehan campuran yang bisa digunakan di lantai 1 dan lantai 3 Pustaka Unsyiah, terdapat juga ruang baca kedap suara khusus laki-laki dan khusus perempuan. Tampaknya pihak perpustakaan Unsyiah paham betul akan kebutuhan mahasiswa untuk berada di dalam ruang yang lebih tenang dan jauh dari gangguan keriuhan serta terjaga privasi diri dari topik yang ingin mereka diskusikan. Perpustakaan Unsyiah merupakan contoh nyata di mana para introvert, extrovert dan ambivert sama-sama bisa belajar di perpustakaan dengan nyaman sesuai kondisi keriuhan maupun ketenangan yang mereka butuhkan. 


Adapun sebuah ruangan lainnya yang tidak terlewatkan dari pantauan saya adalah ruang mushala yang terdapat di lantai 2 perpustakaan Unsyiah. Tidak ada hal tampak terlalu berbeda dari mushala kebanyakan yang pernah saya jajali kecuali sebuah pesan singkat mengenai ajakan shalat yang sungguh menyentuh hati.  Lagi dan lagi, perasaan saya lumer dengan berbagai ajakan santun hampa larangan di dalam perpustakaan ini. Seakan semuanya berisi solusi bukan semata-mata larangan tak berarti. 




Keajaiban ke-5: Desain Interior: Seni Penetral Kaku Ruang dan Waktu





Baiklah, bukannya membuka aib, namun jujur saya katakan bahwa sebesar apapun niat baik saya untuk menghabiskan waktu secara efektif di perpustakaan Unsyiah, tidak mampu mengalahkan minat saya untuk keluar dari ruangan dengan memasukkan emoticon smile ini ke dalam kotak rate experience yang telah disediakan. Benar, terkadang kebahagiaaan memang  sesederhana itu untuk saya pribadi. Nah, bayangkan saja seberapa banyak pengunjung yang  mungkin memiliki selera bahagia sesederhana saya dan bayangkan juga berbagai ragam sumber kebahagiaan yang telah disediakan oleh perpustakaan untuk para pengunjungnya. 


Mulai dari berbagai macam corak dan warna wallpaper di dinding perpustakaan yang menarik dan membuat kita betah berlama-lama bahkan tak ayal juga ikut menggoda untuk membuat diri berselfie ria di berbagai sudut ruangan perpustakaan yang ada setelah kelelahan belajar atau pun membaca tentunya. 


Selain itu, hal sederhana yang cukup menarik perhatian saya dan membuat saya kagum tersenyum-senyum simpul adalah ide peletakan beberapa lukisan alam di sudut-sudut kosong ruangan yang terlihat suram. Sungguh pemilihan interior ruang yang cerdas dan berkelas. 



Selain pemilihan interior dan hiasan ruang yang sesuai, tata ruang seperti kursi, meja dan loker di dalam perpustakaan Unsyiah juga patut diancungi jempol. Selain itu, berbagai kombinasi warna interior dan ruang-ruang di dalam perpustakaan Unsyiah membuas suasana hati menjadi lebih ceria dan bersemangat. Jika dipantau lebih cermat, hampir tidak ada ruangan yang memiliki hiasan, warna dan interior yang sama persis antara satu dan lainnya. Hal tersebut mencegah para pengunjung dari kejemuan dan rasa bosan. 





Keajaiban ke-6: Ruang Seminar Tak Berbayar


                 



Penting untuk diketahui bahwasannya pihak Perpustakaan Universitas Syiah Kuala menyediakan 3 aula yang dapat disewa dan digunakan untuk menggelar acara sejenis seminar atau pun talkshow. Aula tersebut terletak di lantai 1, 2 dan 3 perpustakaan. Kabar yang paling menggembirakan adalah khusus bagi mahasiswa dan civitas academika Unsyiah yang ingin menggelar acara di ketiga ruangan tersebut mereka dapat menggunakan ruang seminar secara gratis, cukup memberi uang jaminan sebesar Rp. 500.000,-/hari yang nanti akan dikembalikan seutuhnya selepas acara berlangsung, tentunya bila tidak terdapat kerusakan fasilitas ruang yang digunakan. 

Ruang seminar yang terletak dilantai 1 dapat dipakai dari hari senin hingga minggu. Adapun ruang seminar yang terdapat dilantai 2 dan 3 hanya dapat digunakan dihari-hari aktif perkantoran yakni dari hari senin hingga jum'at. Hal yang paling melegakan adalah perpustakaan Unsyiah dengan segala fasilitasnya tidak mengenal akan mati listrik karena pihak perpustakaan unsyiah telah dengan sigap menyediakan mesin genset alias generator listrik yang mampu menjaga stabilitas suasana belajar dan aktifitas para mahasiswa, civitas academica dan pengunjung perpustakaan. 


Oh iya, sedikit tambahan informasi, perpustakaan Unsyiah dibuka setiap hari, dari senin hingga minggu. Untuk jam pelayanannya, hari senin hingga jum'at pukul 08.45-23.00, hari sabtu pukul 08.45-18.30 dan hari minggu pukul 14.00-18.30. Nah, untuk jadwal peminjaman ruang seminar disesuaikan saja dengan jadwal aktif perpustakaan ya.


Keajaiban ke-7: Library  Gift Shop Unsyiah


Library Gift Shop yang terdapat di sudut tangga lantai 1 perpustakaan Unsyiah merupakan hasil kerjasama yang terbentuk antar UPT. Perpustakaan Unsyiah dengan Center for Creative Industry of Syiah Kuala University (CCIS). Tujuannya adalah sebagai wadah industri bagi para mahasiswa yang ingin memperkenalkan hasil karya produk yang telah dibuat. Terdapat berbagai souvenir dengan merchant Unsyiah yang dapat dibeli di sini seperti gantungan kunci, baju, topi, dan mug. Terdapat pula produk-produk dan kerajinan khas Aceh seperti kopi, coklat, tas hingga parfum.

Demikianlah 7 Keajaiban yang dapat teman-teman temukan ketika berkunjung ke perpustakaan Unsyiah. Perlu dicatat bahwa sertifikasi ISO 9001 2008 yang didapat oleh perpustakaan Unsyiah merupakan amanah yang telah dilaksanakan dengan maksimal oleh Bapak Dr. Taufiq Abdul Gani dan tim. Benar kata pepatah, usaha tidak pernah menghianati hasil. Semoga dengan kerjasama yang baik dan dukungan dari semua pihak, visi 2018 Perpustakaan Universitas Syiah Kuala sebagai Perpustakaan Terkemuka dan Berdaya Saing di Asia Tenggara dapat menjadi nyata.  Aaminn ya Rabbal 'alamin.



Sumber Referensi:
library.unsyiah.ac.id/wp-content/uploads/2016/06/Librisyiana-3.compressed1.pdf
http://detak-unsyiah.com/terkini/perpustakaan-unsyiah-resmikan-panggung-baru-relax-and-easy.html
http://library.unsyiah.ac.id/wakil-rektor-1-unsyiah-hadiri-soft-opening-relax-and-easy-new-stage/
http://www.unsyiah.ac.id/berita/ella-meilianda-meriahkan-relax-and-easy-di-pustaka-unsyiah
http://www.ayuulya.com/2016/07/unsyiah-sang-jantung-hati-rakyat-aceh.html
http://library.unsyiah.ac.id/upt-perpustakaan-dan-pusat-seni-unsyiah-rintis-kerjasama/http://library.unsyiah.ac.id/dosen-unsyiah-turut-ramaikan-relax-and-easy/
http://library.unsyiah.ac.id/produk-khas-unsyiah-tersedia-di-library-gift-shop/
http://library.unsyiah.ac.id/majalah-librisyiana-tersedia-online/
http://library.unsyiah.ac.id/ulf-2017-lomba-blog/
http://library.unsyiah.ac.id/layanan-malam/
http://www.uilis.unsyiah.ac.id/#





Tulisan ini dibuat dalam rangka ikut memeriahkan Lomba Blogger ULF 2017 
yang diselenggarakan oleh UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
serta ikut menghasut para alumni yang belum sempat/berani mengunjungi Perpus Unsyiah yang sudah bertransformasi dalam bentuk yang luar biasa bagus. 

Unsyiah Library Fiesta: More Than Just A Library
Sekali datang, selalu terkenang dan ingin kembali lagi.


Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Perpustakaan Unsyiah dan 7 Keajaibannya"

  1. Sugooiii...takjub bener nih sama Perpustakaan Unsyiah...
    Mbaknya ini detail banget tulisan dan grafisnyaaa

    BalasHapus
  2. Iya nih mbak, Perpus Unsyiah emank kece.
    Kalo ke Banda Aceh, silakan bertandang ke sana.
    Gak bakal rugi kok.

    Alhamdulillah, semoga tulisan ini bermanfaat.

    BalasHapus
  3. Wah, perpustakaan Unsyiah udah banyak sekali berubah. Udah lama gak ke situ, sejak pulang kampung. Pingin bertandang lagi. Nostalgia masa-masa kuliah dulu.. hehe

    BalasHapus
  4. Yup bener banget.
    Serasa masuk perpus di luar negeri gitu
    Bukan tempatnya aja yang keren, koleksi buku-bukunya juga WAH banget udah sekarang.

    BalasHapus
  5. Kak Ayuuu, this is so comprehensive. Detail kali penjelasan perpusnya :D
    Main-main ke blog kami yg masih newbie ya kakkk wkkw

    BalasHapus
  6. Wahhh... ada dek Mimin.
    Thanks udah mampir yooo...
    Okay, kakak segera meluncur BW ke sana.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!