Jangan Jadi Pengangguran Terdidik

Alhamdulillah, tulisan ini dipublikasikan di Majalah POTRET Ed.67 Tahun X (Laman Tips)
***

Gambar Google

Berdasarkan data BPS terkini, jumlah pengangguran secara nasional pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen dari jumlah penduduk di Indonesia, setara dengan 7,6 juta jiwa. Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk tingkat pendidikan Diploma dan Sarjana masing-masing 7,5 persen dan 6,95 persen dari keseluruhan jumlah pengangguran nasional. Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa tingkat pengangguran terdidik memegang kuantitas yang cukup tinggi hingga saat ini.

Melihat fakta yang demikian, terkadang terbersit asumsi bahwa pendidikan bahkan tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan kerja yang layak setelah kelulusannya. Pada kenyataannya, memiliki selembar ijazah setelah menempuh pendidikan selama beberapa tahun di bangku perkuliahan tidaklah cukup. Terdapat aspek-aspek penting lainnya yang harus mampu dipersiapkan dengan sangat matang bahkan jauh hari sebelum hari kelulusan.

1. Berwawasan Luas

Tidak dipungkiri lagi, berbagai instansi dan perusahaan mana pun selalu mencari orang-orang yang berkualiatas dan memiliki keilmuan yang handal, sesuai dengan keilmuan yang dibutuhkan oleh instansi dan perusahaan tersebut tentunya. Mereka juga mencari orang-orang yang memiliki wawasan yang luas. Untuk itu, membiasakan diri untuk rajin membaca dan peka terhadap informasi dan berita teraktual akan sangat membantu dalam upaya memperluas wawasan dan memperdalam khazanah keilmuan.

2. Memiliki Pergaulan yang Luas

Pada kenyataannya, hanya dengan bermodalkan keilmuan dan wawasan luas saat ingin terjun ke dunia kerja, tidaklah cukup. Relasi dan pertemanan juga menjadi hal penting lainnya yang akan memudahkan setiap pergerakan seseorang dalam mencari peluang kerja.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membangun relasi sehat sejak dini. Salah satunya dengan ikut terlibat aktif diberbagai organisasi, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Mengikuti berbagai acara talkshow dan seminar, serta terlibat dalam berbagai aksi sosial, seperti menjadi sukarelawan merupakan opsi lainnya yang cukup baik untuk dicoba. Aktifitas aktifitas semacam ini sangatlah bermanfaat, bukan saja dalam hal pembentukan relasi namun juga keilmuan dan pengalaman yang diperoleh. Hal tersebut tentunya akan menjadi nilai plus tersendiri saat ingin melamar kerja kelak.

3. Jangan Takut untuk Mencoba

Setiap orang menyadari bahwa untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, tidaklah mudah. Namun hanya sedikit dari mereka yang berani mencoba dan siap menerima kegagalan. Tak perlu malu dan ragu jika badai kegagalan pernah menerpa. Teruslah melaju dan mencoba, hingga kegagalan merasa gagal untuk menghentikan setiap gerakan langkah kita. Yakin usaha sampai, kemenangan dalam genggaman.

4. Jangan Malu Bertanya

Masalah akut lainnya yang telah mendarah daging di dalam diri masyarakat Indonesia yakni sikap malu untuk bertanya. Rasa takut untuk diremehkan dan dianggap bodoh menjadikan seseorang selalu memilih untuk bungkam dan menyimpan segala bentuk kebingungan dan ketidaktahuan. Mindset semacam ini seharusnya dihapuskan. Tak ada yang perlu ditakutkan, dikhawatirkan atau dibesar-besarkan jika kebingungan melanda. Bertanya adalah solusinya.

5. Kuasai Bahasa dengan Baik

Bahasa merupakan alat untuk berinteraksi dan berkomuniksi. Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar akan menjadi suatu tolak ukur tersendiri terhadap tingkat kualitas keilmuwan yang dimiliki oleh seseorang. Apalagi jika disertai dengan kemampuan berbahasa asing. Tentu akan menjadikannya terlihat lebih istimewa. Maka tak heran jika kebanyakan perusahaan dan instansi kerap meminta orang-orang dengan kemampuan bahasa yang handal. Sehingga, semakin baik dan beragam bahasa yang mampu dikuasai oleh seseorang, semakin lebar pula peluang dan relasi kerja yang bisa ia gapai.

Jika kelima tips di atas telah dicoba, namun kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan tak kunjung menyapa, maka tak ada salahnya mempraktekkan tips terakhir ini.

6. Ciptakan Peluang

Mulailah dengan menelusuri hobi dan keunikan yang dimiliki. Setiap orang dilahirkan dengan membawa bakat unik yang berbeda-beda. Bakat alami inilah yang kerap dilupakan oleh orang-orang. Coba perhatikan dengan seksama, kelebihan dan kemampuan terpendam apa yang dimiliki. Usahakan untuk tidak melawan bakat alami dalam diri. Ingat, tidak ada bakat yang terlihat bodoh, selama mampu dikerjakan secara profesional. Sekalipun bakat yang dimiliki adalah menjadi seorang pelawak, toh tak ada salahnya. Pelawak yang profesional dan handal selalu digemari. Begitu pula jika tertarik untuk terjun ke dunia bisnis. Tidak ada salahnya memulai usaha dengan modal kecil. Mulailah dengan bisnis rumahan. Jangan malu dan ragu, ciptakan peluang kerja, bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk masyarakat sekitar kita. Jangan ragu, teruslah melaju. Selamat mencoba, semoga sukses.

Katakan tidak untuk “pengangguran!”

Oleh: Ayu ‘Ulya
Alumni Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan Jadi Pengangguran Terdidik"

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!