30 Desember 2012

Tak Pernah Mengunjungi Selangor? Apa Kata Dunia?



Itulah kata pertama yang muncul di pikiran saya. Selaku orang Aceh yang tinggal tidak cukup jauh dari Malaysia, jujur, saya bahkan sama sekali tidak pernah mengetahui berita tentang keindahan Selangor. Pada dasarnya familiaritas negeri  Malaysia tidak bisa dipungkiri lagi di kalangan masyarakat Aceh. Pertukaran pelajar, hubungan perdagangan dan kepopularan fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup mutakhir menjadikan Malaysia sebagai salah satu sasaran kunjungan favorit masyarakat Aceh. Selain lokasinya yang cukup mudah untuk dijangkau, biaya transportasi dan akomodasinya yang bisa diajak berdamai dengan kantong, menjadikan negeri ini memiliki daya tarik tersendiri. Namun kenyataannya terdapat sebuah fenomena unik yang dianut oleh orang Aceh. Analoginya begini, ketika terdapat kabar keberangkatan sanak famili, keluarga, teman, atau kerabat dari Aceh ke Malaysia maka sekonyol-konyolnya dengan serta merta fantasi dan reaksi masyarakat Aceh tentang Malaysia tak jauh-jauh dengan yang namanya 3b “berobat, belajar dan bekerja.”  Padahal seharusnya menjadi 4b dengan menambahkan kata “berwisata”.



Secara pribadi, ketika saya mengetahui informasi mengenai keindahan alam Selangor, Malaysia dari perlombaan ini, sepersekian detik kemudian saya menjadi diam terpaku, loding sejenak, dan tersadar “Helo...!!! ke mana saja saya selama ini?”


“Ini gila! benar-benar gila.” Dengan tiba-tiba sebuah kata tak lazim terucap terbata dari kedua bibir saya seakan mewakili kesemberawutan imaginasi dikala itu. Kata tersebut bukannya tidak beralasan untuk diucapkan, berawal dari terilhamnya sebuah ide gila secara tiba-tiba mengenai sketsa perubahan imaginasi wisata anak muda zaman sekarang, yang mengklaim bahwa keindahan wisata alam dan kemoderenan teknologi hanya dapat dirasakan di negara-negara maju dan modern seperti Jepang dan Korea, bisa diputar arah haluannya ke Selangor, Malaysia. Mewujudkan permintaan orang-orang yang telah lama menggantungkan keinginannya berwisata ketempat yang indah dan modern, dengan tempat dan biaya yang cukup terjangkau melalui informasi yang saya dapatkan kelak menjadi kesenangan tersendiri. Ya, kuncinya adalah informasi dan saksi. Maka paradigma aneh seperti di atas bisa berangsur-angsur pulih.

Selain sketsa promosi tempat wisata Selangor yang sudah tertata rapi di alam imaginasi saya. Sebuah ide baru kembali muncul, sebuah hipotesa yang tak pernah tertulis namun selalui diakui oleh masyarakat luas. Salah satu tempat yang paling mudah dalam pengembangan informasi berada pada ranah edukasi. Sebagai seorang mahasiswi tiba-tiba saya menyadari bahwa saya benar-benar memiliki peluang untuk berbagi informasi tentang Selangor di ranah tersebut. Tempat wisata Selangor ini bisa menjadi tren topik di kalangan mahasiswa, kemudian merambas ke para dosen dan admistrasi, dan akhirnya tersebar di masyarakat luas.Sebuah algoritma penyebaran informasi sederhana namun cukup menjanjikan untuk diaplikasikan.

Namun, setelah lama diajak berkeliaran menapaki tangga-tangga target penyebaran informasi kepada masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya tentang keindahan wisata alam Selangor, seketika itu saya pun terkesiap dan bertanya dalam hati, apakah hal ini bisa terealisasi dengan mudah atau bahkan tidak sama sekali? Ya, semua itu tergantung pada ada tidaknya kesempatan bagi saya untuk terpilih menjadi TOP 20 visiting Selangor 2013.


Reaksi:

3 komentar:

Saleh Drehem mengatakan...

Semoga terpilih ^^

adikcilak mengatakan...

Ayuk jalan-jalan :)

Ayu mengatakan...

Saleh Drehem: Aaamiinnn... Semoga saja kesempatan dan keberuntungan bisa berpihak kepada saya!

adikcilak: ayuuukkkk!!! \(^_^)/