SENYUMAN

Dia kembali tersenyum...
Terkadang tawanya membahana...
Periang...
Semua orang memanggilnya dengan sebutan itu...
Namun...

Ada seberkas kesedihan yang Ia simpan rapat-rapat
Terkubur dalam sorot matanya yang kelam

Senyumnya....
Ya... sangat manis menurut pendapat sebahagian orang

Mungkin...
Senyuman itu yang menghalangi orang-orang untuk memandangi matanya
Refleksi sanubari yang kerap terkunci
Dia tampak sakarat

Dari sini aku terus menatap sosok itu
Dia menoleh...
Aku bersembunyi
Sebaiknya dia tidak mengetahui hal ini.

Aku hanya ingin memperhatikannya dari kejauhan.

***


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SENYUMAN"

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!