Cooking is Suffering !


Orang kerap berkata: Cantik itu luka!
Bagiku : Cooking is Suffering!

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas sedikit tentang istilah Beauty is the still birth of suffering, every woman knows that. Nah, jika kita pikir-pikir, kalau memang benar cantik itu luka. Mengapa semakin banyak orang yang berlomba-lomba ingin cantik ya?

Namun,jika saya nyatakanCooking is Suffering ! Nah, pasti kebanyakan orang meninggalkan kegiatan ini, kan suffer, jadi ngapain dikerjain ya gak? Bagiku sebaliknya, I love to do it even suffering.

* Barang oh Barang, Aku ingin pulang !

Semenjak tadi pagi anak-anak cewek math 08 pada sibuk masak memasak untuk persiapan acara pembubaran mathfair besok (8/5/11). Pagi-pagi sekali teman saya "winny" dan "sari" udah stand by di depan pasar lamnyong untuk mengambil pernak pernik dan bahan-bahan memasak yang saya dan winny pesan kemarin. Sesaat kemudian saya dan adik saya pun tiba di pasar //sebenarnya si adek mau kuliah, saya aja ke pasar bentar hehehe. Nah, apa yang terjadi kemudian ternyata bahan-bahan memasak pesanan kami (winny and I) kemaren baunyakkkk banget ding.//saya sampek melongo, terharu, maksudnya kalut. Barang sebanyak itu mana bisa di bawa pakek motor, mobil aja penuh.
Mulai lah saya merepet-repet di dalam hati. Gimana ya, waduh sewa labi-labi aja,jangan telepon anak cowok aja, ahh.. gak usah bawa aja ndiri, kalo barangnya jatoh di tengah jalan baru telepon orang tu ... begitulah kira-kira jenis repetannya . Akhirnya, saya memutuskan untuk membawa seluruh barang itu sendiri plus winny plus sari plus adekku.
Dengan penuh kehati-hatian dan kelihaian saya dalam membawa motor //ciee,,, pamer ! akhirnya sampek juga ke rumah ova //nyaris, karap hana troh lee-( hamper gak sampek lagi-ket).

* Ayamnya gedek-gedek

Belum selesai syok barang belanjaan menyapa, kembali kami di syokkan oleh ayam-ayam yang sudah mintak dibersihkan dan dimanjakan dalam bath-up //peu- bath-up, plok kom tem?. Gak banyak si cuma 2 plastik merah, dalam setiap plastik merah ada 3 bungkus platik hitam dalam setiap bungkus platik hitam ada 5 ekor ayam, setiap ayam dipotong 10 bagian.//itung.. itung..itung.... Yap, 300 potong, tepat sekali. //lemas seketika sangking gak bisa nerima kenyataan.

* Ikut-ikutan Tersayat

Mau gak mau, mau-mau aja lah ! Saya dan winny akhirnya turun tangan untuk menghadapi ayam-ayam itu. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 wib. Sari dan Nanda sedang bere-beres mempersiapkan alat-alat masak, dan ova sendiri sibuk mutar-mutar cariin kompor 36 sumbu, hahahai.

Saya berhasil membersihkan 2 plastik ayam, 100 potong, dalam sekali duduk.hek deh ! Yang luar biasa winny, entah berapa plastik yang dibersihkan, pokoknya banyak, saya gak ingat lagi karena saya tidak diizinkan untuk bersih-bersih ayam lagi namun di suruh masak.what? Han abeh-abeh lagoe. Setelah mencuci bersih tangan dan kaki dari bekas darah ayam yang luar binasa amis barulah saya sadar kalo ternyata terdapat banyak sayatan di tangan saya. //pantesan perih sejak tadi. Sambilan meneruskan pekerjaan, saya tersenyum simpul di dalam hati, sambil berguman, yang di sayat ayam, kok tangan ikut-ikutan disayat ya? mungkin terlalu bersemangat.haha


* Kualinya Meunasah

Baiklah, mari kita lanjutkan ceritanya. Setelah saya meninggalkan kegiatan sayat menyayat ayam, beberapa teman lainnya mulai datang, ada ayu, siti, ira, j, tanty, fuji, nufus, ita. Alhamdulillah banget, pasukan udah nambah. Setelah itu, saya melanjutkan acara mengungkep ayam. Sebelum mengungkep ayam, terjadilah percakapan singkat dengan tuan rumah. "Ova, kuali untuk ungkep ayam mana?", "ambel aja di lantai atas yu", "ok lah". Saya mengajak nanda untuk mengambil kuali dan beberapa perlengakapan memasak lainnya, sesampai di atas. "Kualinya yang mana ya nda?", "keknya yang di sangkot tu deh yu", "yang gedek kali tu?", 'ho-oh',"yaelah, itu mah kuali menasah".

* Terasi dan Sambal Kecap

Selagi menunggu ayam mendidih, teman-teman membantu saya untuk membuat sambal terasi dan sambal kecap. Sebenarnya, tidak ada adegan spesial di sesen ini. Hanya saja, beberapa teman yang udah pegel motong-motong bawang merah, mulai membuat adegan lucu yang cukup menarik perhatian. Dengan serta merta salah seorang teman
berteriak sambil memegangi matanya dan membuat adegan menangis, sepersekian detik saya sempat tertegun , mengira adegan itu sungguhan, namun melihat teman-teman lain serempak tertawa menyadarkan saya ternyata barusan hanyalah adegan si bawang merah.

Satu lagi, adegan lucu yang terjadi saat proses pembuatan terasi. Saya meminta tolong ira dan nanda untu menggoreng cabe, bawang dan terasi untuk membuatan lalapan terasi//saya gak bisa kemana-mana karena ngejagai ayam yang lagi di spa-baca:ungkep. Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, ira sudah bersusah payah mencari minyak kemana-mana namun tak juga di temukan. Melihat hal itu, saya mencoba mencarinya, rezekinya minyak itu langsung bisa saya temukan //padahal yang nyimpan tu minyak orang lain, mungkin saya ada ilmu terawang gitu ya makannya langsung bisa nemu, hahaha, ngarep. Adegan tersebut terjadi lahi ketika terasi tak bisa ditemukan, rada aneh.

* Nimba air? Gak Nahan.

Bisa kebayangkan, disaat kita perlu masak memasak dengan porsi besar dan air keran pun tak dapat difungsikan, maka menimba air menjadi solusinya.Maka mulailah stress karena menimba dan mengangkap air menyerang anak math 08. Sedikit demi sedikit rasa frustasi menyebar di kalangan mereka, sehingga muncullah istilah, "kalau kerjanya gak masalah, nimba airnya ini, gak nahan", begitulah kisah singkat dari pengalaman masak memasak anak math 08.


* Rujak Cenat Cenut

Dikarenakan saya harus kuliah pada siang harinya, saya meminta izin pulang lebih awal, sedangkan teman-teman lain melanjutkan pekerjaan masak memasak. Sebagai gantinya, saya di suruh membuat rujak untuk acara besok. Alhamdulillah rujaknya baru saja selesai saya buat, rasanya "cenat cenut " banget. Pedas, asam, manis, asin, menjadi satu. Maka cenat cenutlah sang lidah.

Semoga acara pembubaran mathfair berjalan lancar dan makanan yang disajikan juga enak,aamiinnn...

Conclusion: Cooking is suffering, it is doesn't matter, because never to suffer would never to have been blessed.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cooking is Suffering !"

  1. nimba air kagak nahan yu,bikin remuk2 badan nih,hahaha :D

    rujak cenat cenut bole juga,ngegelitik lidah :P

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!