Persiapan Belajar Mengajar (Pembukaan)

March 23th, 2011

"Kak, Lesnya gak berakhir hari ini kan?",tanya Fajra berkaca-kaca
"Lesnya harus berakhir hari ini sayang, mudah-mudahan bisa disambung lain kali." Keep Studying Hard, Ok !

Begitulah kira-kira pesan terakhir yang kusampaikan kepada murid-murid lesku di Lung Bata. Ini hari terakhir kami bersua. Segtelah lebih kurang dua bulan pembelajaran Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh AI (Aceh Institut)yang mengharuskanku melakukan 20 kali tatap muka dengan anak-anak generasi muda Aceh.

Terlalu banyak kisah dan hikmah yang dapat kupetik selama proses belajar-mengajar berlangsung. Salah satunya, anggapanku bahwa profesi guru itu gampang seketika luntur, musnah tampa jejak. Folk, "to be a good teacher isn't easy".

Untuk membuat tulisan ini lebih berguna maka saya akan mencoba membahas berbagai masalah yang saya temui dalam proses belajar-mengajar saat itu dan cara mengatasinya.

Teori dasarnya, program pembelajaran bahasa Inggris ini hanya ditunjukkan untuk anak yang berusia 8-11 tahun (kelas 4-6). Namun, apa yang terjadi di saat harus terjun ke lapangan? Setengah terkejut saya menemukan fakta bahwa para murid yang hadir justru berusia 5-13 tahun (kelas 1 SD - 1 SMP)bahkan balita(yang ikut berpartisipasi dalam bermain dan menyanyikan lagu bahasa Inggris), Can You Imagine?. >>>>> [Masalah 1]

Pada hari pertama mengajar, mungkin saja kita menemukan kondisi-kondisi di luar prediksi, maka untuk itu jangan panik !. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar tempat pembelajaran Anda. Tampilah senyaman dan se-PD mungkin, namun jangan sampai ke-PD-an/ over act. Jika ada rasa grogi dan gelisah maka 'tersenyumlah' karena melemparkan senyuman kepada peserta didik akan membantu Anda untuk tampil ramah dan percaya diri.

Selanjutnya, jika Anda sudah merasa nyaman dengan kondisi sekitar. Cobalah untuk membangun interaksi yang baik dengan peserta didik. Anda bisa memperkenalkan nama Anda dan menanyakan nama serta kondisi peserta didik. Tidak perlu menceritakan semua hal tentang diri Anda, ingat kehadiran Anda di sana adalah untuk mengajar bukan untuk curhat. Sedikit 'mysterious' akan membuat mereka 'curious', dan terkadang hal itu baik.

Dengan jumlah murid lebih kurang 30 orang yang berasal dari latar belakang berbeda, kelas berbeda dan kemampuan bahasa inggris yang berbeda pula membuat saya harus memutar otak sehingga hasil pembelajaran yang di capai maksimal.

Maka, hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuat kesepakatan bersama dengan para peserta didik. Mula-mula saya membagikan sticky note kepada setiap murid dan meminta mereka untuk membuat beberapa peraturan bebas dan hal-hal yang mereka inginkan dalam pembelajaran kelak. Setelah itu setiap murid harus menenmpelkan sendiri peraturan-peraturan tersebut di papan tulis dan membuat beberapa kesepakatan bersama. Hal ini saya maksudkan agar peserta didik dapat dengan leluasa menyampaikan aspirasinya dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Dengan menggunakan metode tersebut terbukti bahwa anak-anak semakin antusias dan merasa lebih dihargai.

Hal penting lainnya yang harus disadari oleh pendidik bahwa, anak-anak akan sangat senang jika kehadiran mereka ditanggapi dan membuat mereka dibutuhkan. Walaupun Anda merasa bisa melakukan segala hal sendiri, tidak ada salahnya sekali-kali mintalah bantuan mereka. Misalnya, meminta mereka untuk membagikan kopian materi kepada teman-teman mereka secara bergiliran atau meminta salah satu dari mereka untuk memimpin doa sebelum belajar.

Berdasarkan pengalaman yang saya rasakan, mengunakan metode tersebut sangatlah efektif ! Semoga ke depan teman-teman juga dapat mengembangkan metode-metode lainnya guna mendukung sistem belajar mengajar yang baik. Be the best Teacher !


Note: Persiapan Belajar Mengajar (Isi) akan segera terbit.






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persiapan Belajar Mengajar (Pembukaan)"

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!