22 September 2010

Jiwaku kembali menyapa!

Terkadang kita mencari hal yang tiada dan mengabaikan segala yang ada
Kita menangis sebelum terluka
Tertawa dalam derita
itulah yang kusebut KehidupaN


Manusia ada untuk tiada
Dan ketiadaan membuat kita ada
Kehidupan berbentuk sama
Hanya proses, masalah dan tujuan yang membuatnya tampak berbeda


Kita kerap kali merusak manzilah (aturan) yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta
Memporak-porandakannya
Dan kemudian menyusunnya kembali
Dalam bentuk yang paling cacat


Kerap kali hati dipenuhi dosa
karena cela yang tertera
dirangkai manis dengan senyuman penuh dusta
that's just a fake ! Seru sang jiwa


Jangan angggap remeh segumpal daging merah
Terletak kokoh dibalik sang rusuk
Tampak lunak dan mudah hancur, namun tak ayal menghancurkan
Menyimpan sejuta rahasia
Beribu rencana


Dia mampu menuntunmu ke syurga
Namun tak segan mencampakkanmu ke neraka



Menurutku
Kekuatan terbesar tak terletak pada segumpal daging putih dibalik tengkorakmu
Tetapi sebenarnya ia terselubung pada setiap detak jantungmu
Mendenyutkan nadi,memanggil jiwa


Perasaan bisa menghidupkan logika
Tapi logika belum tentu mampu menghidupkan perasaan

Bisa jadi kekayaan membuat seseorang bahagia
Namun kebahagiaan tak bisa dipertukkan dengan kekayaan
Bahagia tak bisa dibeli dengan uang, bahagia itu terletak di jiwa
Ingatlah, Uang tak pernah mampu membeli jiwa


Sia-sia jika hidupmu hanya dipersembahkan untuk dunia, sang fatamorgana
Karena mengejarnya sama halnya seperti mengejar bayangan
Dekat namun tak kunjung dapat


Jangan hanya menutrisi ragamu
Sedangkan jiwamu mati kelaparan
Dekaplah sang yatim, santuni si fakir
Mulailah merasakan derita si papa, jangan hanya sibuk dengan luka kecilmu yang tak kunjung reda



Berbahagialah ! Nikmatilah sisa hidup ini
Jadikan sebaik-baik bekal di akhirat nanti
Hingga kelak disaat nafas terakhirmu terhembus
Kau tak pernah melantukan dendang penyesalan
bahwa:'aku terlambat untuk BAHAGIA'.

Reaksi:

0 komentar: