Takdirku dalam bilangan

Aq tak pernah sadar,
kalo taqdir Qu bagaikan bilangan,


tak lebih dari sepuluh angka {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9} namun tampak berbeda karena terkena kutukan Kombinasi... ya... Walau terkadang kerap x di Permutasikan. Di saat deret A,B,C dianggap tak sama dengan C,B,A.
Mau protes apa !

Kala rentetan nasib tak ayalnya selayak deret fibonacci.
1,1,2,3,5,8...

Hanya dikarenakan beberapa kejadian sebelumnya justru berimbas pada rentetan deret sesudahnya.

Saat Rentetan Kehidupan Tak Ubahnya Bagai Segi Tiga Pascal yang ajaib namun penuh misteri yang Tak Terelakkan.

Ketika Diri Berusaha untuk memakai 'Turunan' Nurani yang diharap dapat menghasilkan intuisi.

Namun yang ku temui Justru 'integral' rasio yang berupa "Logika" yang Tak berperi.

Sekarang mau apa lagi... Aq Tlah terperangkap dalam rumus Phitagoras. Kuadrat sisi miris sanubari = hasil kuadrat kealphaan dan Jauhnya Qu dari Ridha ilahi.

Aq hanya ingin Hidup Selayaknya Bilangan Rill, bukannya bilangan imajiner yang tak pasti.

Walau Terkadang aq ingin menjadi bilangan rasional yang kerap ada dan di butuhkan di mana-mana.

Tapi aq sadar, aq Hanyalah bilangan Irrasional yang hanya mampu melakukan pendekatan melalui bilangan Rasional. Yang sejatinya tak kan mampu menjadi Rasional.

Mungkin kerap kali, aq terlihat selayaknya 'inverst' , yaaa.. Mungkin tak pernah Terlihat sama dengan Kebanyakan yang lainnya. Tapi, tak Pernah kusesali Hal itu.

Karena qu tau kalau Naruto itu Tak pernah lulus dalam Ujian Dasarnya, tapi Dia menjadi Hokage bukan?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Takdirku dalam bilangan"

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!