At Least I Realize Who was I

Ku kisahkan kembali kejadian sehari yang lalu,  berhubung malam nie gak da ide, ge puyeng entah apa, tanggal 29 Juli 2010.


Begini ceritanya...
Seharian tadi penuh dengan kegiatan pengurusan administrasi kuliahan, dari bayar spp, ngeliat jadwal, nguros ni tu, 'tek-ba-katako', tapi finally, I realize who was I.

* Best friend is someone who makes you feel better when he/she stand beside you.


Date line untuk ngurus administrasi di TEN adalah hari ini, wah... Bingung, gmana mau ke Surin, kereta dua2 dah di bawa ma ortu, masak ke sana pakek 'labai-labai', dah tempat labi-labinya jaoh ge dari rumah, masak harus 'creuh tapak'(jalan kaki-red). Maka mulailah uring2an, tapi tiba2 'aha'(padahal modem daku 02 kaleek, bukan ahaa-gk nymbung).

Calling:tutt..tutt. Me: gass, jadi nguros non-aktif?
Diegas: jadi, nie mau berangkat
Me: daku gak da kendaraan, mana bisa pigi
Diegas: hmm...biar kujempot,qe dimana?
Me: di rumah
Diegas: oke, aku ke sana.

Sekitar sejam kemudian

sms:
aku dah d dpan nie, gk bisa lewat becek. (diegas). 11.15

(ge asik otak atik komputer, nak tu lama x datang kox)

liatin hp
wah... Hpku mati, rupanya low bat...

11.30 (baru baca sms)

calling.... Tutt..tutt..
Gk diangkat...hiks pa dia dah berangkat...gmana ni, wah.... Suddenly, tit..tit..

Sms: aku masih di depan ni.
Me: wah... Iya2 daku keluar (berbinar2 senang).

Diegas: oke kita berangkat !

Sampek kampus,
berdua cem nak sangak,

diegas:gemana cara ngurusnya ya?
Me: cak kta tanyak. Kak cara nguros ni gmana ya?
Admin: oh itu, pertama ambel formulir, trus bla..bla..bla..ciittt..bla..bla..bla..

Diegas&me: (alis mata terangkat n tersangak).

Admin: trus kalo dah siap bwa blek sni.

diegas&me: heh, makasih kak(ngacir)

diegas: jadi sekarang kita ngapaen?

Me: (gedubrak ni anak, dah pnjang lebar dijelasin). Kita ke sana, sambel nunjuk lantai 2, mintk recomendasi.
-----------------------
Diegas: cak qe tolong ni, temanin aku ya?
ayu: okeh
***
ayu: kalo kita balek ge untuk nguros punya aku , entar capek kali dirimu
diegas: gak pa pa. Tenang ja!

Titttttt----sensor
(ceritanya di cut- kepanjangan sih.haha)

pokoknya yang namanya sahabat, apa pun yang kita lakukan tu ,kita gk merasa terbebani dan ikhlas.


Slightly, it was 1 semester we've not meet each other, but we can spend whole day together. Talking, yelling, laughing, smiling, and yeah, that was calling  by friendship, you feel better when stand beside him/her, that was really buddy. Keep on them for ever !



* beauty just a slight of layer

kejadiannya waktu ge ngantri di Bank BNI, mau bayar spp. Nah, kebetulan daku ngantri di belakang seorang cowok, saking tingginya tu cowok daku gak bisa ngeliat berapa bnyak ge sih org di depan dia (gk sabaran ngantri). Maka celingak celinguklah daku cem nak bangai dari sisi kiri-kanan, mungkin karena merasa risih dan terganggu, sedikitnya dia memutar sebahagian badannya ke arahku (mau tau siapa yg krusuk2 di blakang dia x), gak sengaja daku juga ngeliatin, tiba2 aku terpana (lebay), terlihat kedutan-kedutan hitam dan lepuhan hasil kebakaran hebat di sekitar wajah,leher dan lengannya. (kalo bukan mantan PMR ,dh pingsan di tempat daku). Aku menatapnya dengan sewajar2 tatapan, tak ingin membuatnya hina dan iba. Dan yang aku yakini, sebelum musibah itu dia pasti memiliki ketampanan yang lumayan, itu terlihat sekilas dari guratan-gutan kecil di wajah yang  tampak tak lagi utuh. Sekilas wajahnya terkesan merona, malu, tapi ketabahannya mengalahkan segala keminderan, cela dan derita.


Maka ribuan terima kasih kulontarkan padanya walau hanya suara bisikan dari hatiku, hari tu ku temukan hikmah tersirat yang hampir tak pernah tersurat bahwa'ketampanan&kecantikan tidaklah lebih tebal dari selapis kulit ari', tak ada yang perlu di sombongkan, dibanggakan bahkan dipertontonkan. Semua di dunia fana ini adalah milik-Nya dan kembali kepada-Nya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "At Least I Realize Who was I"

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!
Besok-besok mampir lagi ya!